Sabtu, 27 Juli 2013


Pengertian dan beberapa contoh perilaku menyimpang

Pada  umumnya  orang-orang  dalam  masyarakat  cenderung  konformis  (menyesuaikan cara hidupnya:  cara  berfikir,  berperasaan  dan  bertindak)  dengan  yang  berlaku  di  lingkungan kelompoknya. Misalnya: anak laki-laki bermain dengan “mainan laki-laki”, anak perempuan bermain  dengan  “mainan  perempuan”,  apabila  diberi  kesempatan  saling  berinteraksi  maka cenderung memiliki opini atau pendapat yang sama, dan seterusnya. Mengapa orang-orang cenderung konformis terhadap norma-norma sosial?
1.  Orang  yang  bersangkutan  telah  berhasil  disosialisasikan  sehingga  menginternalisasikan nilai dan norma yang berlaku di masyarakatnya
2.  Orang  yang  bersangkutan  tidak  dapat  menemukan  alternatif  lain  kecuali  mengikuti  pola yang sudah ada
3.  Apabila  tidak  konformis  dengan  norma  sosial  akan  direaksi  dengan  pemberian  sanksi oleh  masyarakat,  dan  apabila  konformis  akan  mendapatkan  positive-incentive  (ganjaran) dari masyarakat

Meskipun  demikian  di  masyarakat  ada  sedikit  orang  yang  perilakunya  “melanggar”  norma atau “menyimpang”.  Secara  sosiologis  istilah  “menyimpang”  atau  “deviance”  lebih  tepat  dari  pada  “melanggar” atau  “violate”.  Sebabnya  ialah,  perilaku  yang  dikatakan  menyimpang  di  samping  meliputi perilaku  yang  melanggar  norma  dan  merusak  atau  mengacaukan  kaidah  yang  ada,  acapkali terdapat pula perilaku  yang tidak terbukti  nyata kalau  merusak atau  mengacau tatanan  yang ada,  melainkan  hanya  terasa  lucu,  aneh,  nyentrik,  dan  malah  dapat  memperkaya  alternatif perilaku. 
Invensi-invensi  kreatif  dalam  berperilaku  yang  masih  dalam  taraf  individual  peculiarities (keanehan  pribadi),  belum  memasyarakat,  belum  terbakukan  dan  karenanya  masih dinyatakan “melawan arus” pun dapat masuk sebagai perilaku menyimpang.  Banyak perilaku-perilaku kreatif seperti bersifat sangat rasional akan dipandang menyimpang hanya  karena  belum  lazim  dan  berbeda  dengan  kaidah  sosial  yang  berlaku  yang sesungguhnya tidak rasional.
Beberapa batasan tentang perilaku menyimpang:
1.  Perilaku  menyimpang  adalah  perilaku  yang  oleh  sejumlah  orang  dianggap  sebagai  hal yang tercela dan diluar batas toleransi (van der Zanden, 1979)
2.  Perilaku  menyimpang  adalah  perilaku  yang  dinyatakan  sebagai  suatu  pelanggaran terhadap norma kelompok/masyarakat (Horton dan Hunt, 1993)
3.  Perbuatan disebut  menyimpang apabila perbuatan  itu dinyatakan  menyimpang, sehingga penyimpangan  bukanlah  kualitas  dari  suatu  tindakan  melainkan  konsekuensi  atau  akibat dari  adanya  peraturan  dan  diterapkannya  sanksi-sanksi  oleh  masyarakat  (Becker,  dalam Horton dan Hunt, 1993)

Dari tiga  batasan di atas tampak  bahwa penyimpangan  bukanlah  sesuatu  yang  melekat pada suatu  tindakan,  tetapi  diberi  ciri  menyimpang  melalui  definisi  sosial.  Definisi  sosial  dapat diberikan oleh golongan/kelas berkuasa atau oleh masyarakat pada umumnya. Maka, “wanita berambut  pendek”  atau  “laki-laki  berambut  panjang”  apakah  merupakan  suatu penyimpangan?

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!